Tag Archive | "workshop penulisan seni rupa dan budaya visual 2011"

Review Kuliah Umum PM Laksono: Televisi Sebagai Pengikat Relasi Sosial  Lewat Suara dan Gambar

Tags: , ,

Review Kuliah Umum PM Laksono: Televisi Sebagai Pengikat Relasi Sosial Lewat Suara dan Gambar

Posted on 06 July 2011 by jarakpandang


*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review kuliah umum PM. Laksono tentang Antropologi Visual, disampaikan pada Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Oleh: Winda Anggriani

Di luar, langit begitu cerah. Suasana di ruangrupa pun terasa riuh. Para peserta workshop seni rupa dan budaya visual sedang asyik berbincang, ketika seorang pria paruh baya yang simpatik itu memasuki muka ruang workshop. Beliau menyapa dengan ramah. Tanpa banyak basa-basi, guru besar Universitas Gajah Mada itu mampu mencuri perhatian semua yang hadir di ruangan tersebut dan langsung membahas materi yang telah dirangkumnya dalam bentuk presentasi powerpoint. Continue Reading

Comments (0)

Review Sesi Artist Talk: Bincang-bincang dengan Anggun Priambodo

Tags: , ,

Review Sesi Artist Talk: Bincang-bincang dengan Anggun Priambodo

Posted on 06 July 2011 by jarakpandang

anggun priambodo di Workshop Penulisan Kritik Seni Rupa dan Budaya Visual 2011 @ruangrupa

*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review sesi artis talk Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Oleh Sita Magfira

“Mungkin ada sesuatu di masa kecil lu yang bikin lu kayak gini sekarang.”

Dari semua pernyataan Anggun Priambodo saat mengisi sesi artist talk, pernyataan itulah yang saya rasa paling wow. Pada Kamis di penghujung Juni itu, Anggun yang berkaus hijau dan bercelana abu lengkap dengan topi dan kacamata bingkai besar tak hanya berbincang tentang karyanya. Tapi juga berbagi cerita tentang hal-hal di masa lalunya yang membuatnya menjadi seniman. “Wahyu” untuk menjadi seniman konon mendatangi Anggun setelah ia mendapat kado buku berisi lukisan-lukisan dari ayahnya. Dan sejak SMA, Anggun sudah yakin untuk menjadi seniman. Soalnya, Anggun yakin menjadi seniman merupakan sesuatu yang menyenangkan, sebab bisa memikirkan sekaligus membuat karyanya sendiri. Continue Reading

Comments (0)

Review Hari Kesebelas: Membayangkan Khayalak – Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual di Media Umum

Tags: , ,

Review Hari Kesebelas: Membayangkan Khayalak – Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual di Media Umum

Posted on 06 July 2011 by jarakpandang

*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review hari kesebelas Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Ratih Sukma

Diantara seluruh materi yang berpijak pada teori dan teknik penulisan dalam workshop, apa yang dipaparkan oleh wartawan U-Magazine dan Majalah Tempo ini terbilang cukup blak-blakan dan vulgar. “Berusaha sangat keras untuk membuat tulisan yang baik itu sudah merupakan kesalahan. Jangan terpancing untuk menjadi seorang seniman atau kritikus, penulis sejatinya adalah seorang penikmatkatanya.  Ia juga membagi tips menulis tentang kesenian, yaitu jangan pernah nongkrong di TIM sebelum menonton, karena “Kalau di sana pasti ngomongnya ngawur, kritik semua—tapi itu karena rivalitas.” Nah, Anda paham kan maksud saya. Continue Reading

Comments (0)

Review Hari Kesepuluh: Musing(in)

Tags: , ,

Review Hari Kesepuluh: Musing(in)

Posted on 30 June 2011 by jarakpandang

*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review hari kesepuluh Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Ardea Rhema Sikah

“Setelah ini langsung saya kasih PR, ya,” kata Mbak Farah Wardhani alias Mbak Wawa setelah menyampaikan materi seputar “Musings”. Peserta Workshop Penulisan Kritik Seni Ruang Rupa terperangah. Wow. Langsung ada PR!

Ternyata PR tidak diberikan untuk dibawa pulang. Saat itu juga, selama 1,5 jam peserta workshop diajak membuat “musings” berdasarkan beberapa slide karya yang disediakan. Yang membuat kegiatan ini menjadi musing(in) adalah kesulitan menemukan referensi. Karya dan seniman yang ditampilkan tidak akrab dengan sebagian besar peserta. Selama beberapa hari, akses wi-fi di Ruang Rupa pun tak kunjung siuman. “Tulis aja berdasarkan apa yang kamu lihat,” ujar Mbak Wawa. Maka, selama 1,5 jam para peserta sibuk menulis dan menganalisa. Continue Reading

Comments (0)

Review Hari Kesembilan: Budaya Visual Yang Menyengat Anak Muda

Tags: , ,

Review Hari Kesembilan: Budaya Visual Yang Menyengat Anak Muda

Posted on 30 June 2011 by jarakpandang

) catatan redaksi: tulisan ini adalah review hari kesembilan Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Purna Cipta Nugraha

Sebagaimana biasanya Jakarta hari ini panas menyengat. Tapi hal ini bukan hambatan bagi peserta workshop penulisan kritik visual senirupa untuk datang ke ruangrupa. H-3 sebelum workshop berakhir kali ini Aryo Danusiri diundang untuk menjadi pemateri yang membahas topik Budaya Visual Anak Muda dalam tulisan dan karya visual. Kandidat PHD bidang antropologi visual di Harvard University ini memulai pemberian materi dengan terlebih dulu meminta tiap peserta untuk memperkenalkan diri. Pemutaran film pendek menjadi agenda selanjutnya, film pendek yang diputar adalah film karya Aryo sendiri yang bersetting di wilayah timur Indonesia, tepatnya di kabupaten merauke provinsi Papua. Continue Reading

Comments (0)

3.IMG_5414

Tags: , ,

Review Hari Kedelapan: Karena “Manusia Adalah Binatang Politik”

Posted on 30 June 2011 by jarakpandang

*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review hari kedelapan Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Arys Aditya

Mr. Suzuki bertani tomat di Porto Alegre, Brazil. Segera setelah memanen tomatnya, ia jual ke supermarket untuk ditukar dengan uang. Sedangkan di waktu yang berbeda Ny. Annette membelinya, ia mendapatkan uang bekerja keras memasarkan parfum dari satu rumah ke rumah lainnya. Tomat yang agak busuk dibuangnya.

Bersamaan dengan sampah penduduk se-Porto Alegre truk-truk berisi ribuan ton sampah dipindahkan ke Pulau Bunga (Island of Flowers). Belum berhenti sampai disitu, sampah-sampah tersebut dipilih untuk menjadi makanan babi. Tahap terakhir, sisa-sisa sampah-makanan babi itu disedikan untuk penduduk Pulau Bunga. Dengan cara, 10 orang tiap 5 menit bergantian memilihnya. Continue Reading

Comments (0)

2.IMG_5050

Tags: , ,

Review Hari Ketujuh: Perlunya Kesadaran Akan Perubahan Paradigma

Posted on 30 June 2011 by jarakpandang

*) catatan redaksi: tulisan ini adalah review hari ketujuh Workshop Penulisan Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011.

Harry Febrian

Salah satu kesulitan terbesar bagi kritikus seni rupa, mungkin, adalah ambiguitas dari pengertian seni itu sendiri. Kritikus seni rupa berbeda dengan kritikus-kritikus lain, katakanlah sastra, yang mempunyai bentuk nyata dan konkret untuk dikritik. Kritikus seni rupa menghadapi situasi dilematis karena beragamnya (untuk tidak dibilang tiadanya) definisi dari seni rupa, terutama dalam zaman postmodern yang begitu cair.

Barangkali itulah salah satu poin terpenting dalam rangkaian diskusi Pengantar Penulisan Seni Rupa Kontemporer oleh Amirudin TH Siregar atau akrab dipanggil Ucok. Diskusi kedua pada Senin (27/6/2011) merupakan kelanjutan dari diskusi pertama dengan tema yang sama. Continue Reading

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement