Tag Archive | "photography"

Intertekstualitas dalam Seni Rupa: Impresionisme, Voyeurisme…

Tags: , , , , ,

Intertekstualitas dalam Seni Rupa: Impresionisme, Voyeurisme…

Posted on 02 June 2010 by jarakpandang

Oleh :  Ibnu Rizal

Kita sepakat bahwa sebuah karya seni rupa dapat ditempatkan atau diposisikan sebagai sebuah dokumen budaya, sebuah teks yang dapat dibaca, ditelaah dan diuraikan unsur-unsur yang dikandungnya. Sebagaimana halnya karya sastra, atau seorang arkeolog yang memposisikan sebuah artefak batu ribuan tahun silam sebagai sebuah teks, begitu pula sebuah karya seni rupa sebagai sebuah produk budaya, kiranya dapat ‘dibaca’ dan dimaknai dalam kerangkanya sendiri.

Jika kita sepakat bahwa seni rupa dapat dibaca dan diperlakukan sebagai teks, maka kita juga harus bisa menerima ciri-ciri yang menandakan sebuah teks, salah satunya adalah intertekstualitas. Intertekstualitas adalah konsep yang menegaskan bahwa sebuah ‘teks’ (ia bisa saja berupa karya sastra, sebuah prasasti batu, sebuah repertoar musik, konstuksi arsitektur atau sebuah lukisan di galeri) tidak lahir dari kekosongan. Sebuah karya (teks) tidak muncul begitu saja, terlepas dari karya-karya yang telah ada sebelumnya (keterkaitan). Ia adalah tanggapan dari apa yang telah dan akan terjadi.

Keterkaitan antara satu karya dengan karya lain dapat dilihat dari banyak aspek, salah satunya adalah genre atau, dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, disebut aliran (meskipun dalam kasus tertentu kedua istilah ini tidak bisa dikacaukan). Salah satu aliran yang terkenal dalam khazanah seni rupa (khususnya seni lukis) Eropa adalah impresionisme. Impresionisme pertama kali muncul di Prancis pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia merupakan tanggapan atas aliran realisme dan naturalism (yang merupakan perkembangan dari aliran romantisisme) yang penuh aturan ketat dan norma-norma.

Continue Reading

Comments (0)

grid cell topology

Tags: , , , ,

Crash! : Image Factory

Posted on 01 June 2010 by jarakpandang

Oleh : Ibnu Rizal

Kota dan ruang yang kita tinggali ini, menyuguhkan begitu banyak kegaduhan, kebisingan. Segala gambar dan segala getar terpapar dalam hiruk-pikuk yang begitu cepat.

Setiap hari, imaji-imaji berbenturan di kepala, menari-nari, membelah diri, juga suara dan segala bunyi, meledak, beranak-pinak. Kita saksikan dalam sekotak televisi sebuah acara pidato presiden dapat segera tergantikan dengan jerit-tangis acara reality show, kemudian gelak tawa para penonton menyaksikan acara komedi murahan, kemudian suara ledakan dari sebuah liang kubur yang menganga dan pocong yang bangkit dari dalamnya, kemudian iklan operator selular lokal yang menampilkan band-band yang tengah digandrungi, kemudian pekik khotbah sebuah acara tabligh akbar yang disiarkan secara langsung, kemudian isak tangis para jamaah dalam alunan muhasabah, kemudian iklan kontrasepsi rasa stroberi, kemudian kita mendapati betapa segala imaji, segala bunyi begitu kehilangan kendali.

Crash Project : Image Factory, pameran kolektif 20 seniman muda yang dikuratori oleh Asmudjo Jono Irianto (berlangsung di Galeri SIGIarts, 13-28 Maret 2010), dengan segenap kesadaran para senimannya, memang hendak mereproduksi dan meredefinisi imaji-imaji yang berserakan di ruang-ruang yang kita akrabi.

Continue Reading

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement