Tag Archive | "Net Label"

Berjejaring, Berbagi, Berdaya

Tags: , , ,

Berjejaring, Berbagi, Berdaya

Posted on 16 November 2012 by jarakpandang

 

Suasana Diskusi INF2012

Dalam salah satu karya kanonik dari Chuck Palahnuik, Fight Club. Ada sepotong momen yang bagi saya sangat komikal tapi juga sangat menarik untuk dicermati. Adegan ketika Tyler Durden berdebat dengan belahan kepribadiannya yang lain. “The house had become a living thing.” Kata Tyler. “Wet inside from so many people sweating and breathing. So many people moving, the house moved.” Fragmen kalimat So many people moving, the house moved barangkali sebuah representasi paling menarik untuk bisa menggambarkan kemunculan kebudayaan yang lahir bersama Internet.

Jum’at sore menjelang hujan deras di salah satu sudut Tirtodipuran. Sekumpulan anak muda larut dalam diskusi mengenai kebudayaan kolektif. Setidaknya itu yang saya maknai ketika hadir pada gelaran Indonesian Neaudio Festival I 2012 (INF2012). Bertempat di Kedai Kebun, Jogjakarta, sebuah festival off-line digelar untuk sarana tatap muka para pelaku, pemerhati, dan penikmat netaudio di Indonesia.

 

oleh Ivan Lanin perwakilan dari Creative Commons Indonesia

Apakah Netaudio itu? Dalam situs resmi Indonesian Net Label Union, net audio adalah aktivitas berbasis audio yang bergerak di dunia virtual, bagian dari kehidupan nyata kita, Internet. Keberadaan net audio sedemikian melekat sehingga ia menjadi keseharian. Tak terbilang data yang kita bagi setiap hari namun hanya sedikit yang memahami jika aktifitas itu adalah sebuah proses kebudayaan. Dalam lingkup yang lebih khusus hal tersebut bisa menjadi sebuah subculture baru yang oleh Antariksa, peneliti di KUNCI Cultural Studies Center, disebut sebuah aktifitas ‘kebanggaan berbagi tanpa sebab’.

Wok The Rock, dedengkot musik Jogja yang juga pendiri netlabel Yes No Wave, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi sudah sangat gegas. Sementara dunia semakin sesak dengan keberadaan individu yang terus berebut ruang eksistensi. Sehingga perubahan strategi dalam pengembangan karya mesti berubah pula. “Saya pernah bikin label rekaman fisik. Produk utama yang laku malah merchandise, kasetnya gak. Sempat hampir bubar sebelum akhirnya beralih pada produk online,” kata Wowok.

INF yang diselenggarakan selama dua hari pada 16-17 Nopember ini melibatkan banyak kegiatan. Seperti diskusi perihal kebudayaan net audio, loka karya streaming radio, dan aktifitas file sharing musik rilisan dari Yes No Wave. Menjadi menarik adalah aktifitas berbagi ini merupakan sebuah anti tesis bagi mereka yang mengagungkan hak cipta. Dengan semangat Gift Economy, para pegiat Net Label ingin melawan stigma bahwa memiliki musik harus dengan membeli menggunakan uang.

 

Berbagai Produk Hasil Kreasi Net Label

“Tapi apakah dengan berbagi kita bisa sejahtera?” pertanyaan yang menjadi perdebatan hebat dalam diskusi sore itu. Masing-masing pihak memiliki pembelaannya sendiri. Nuraini Juiastuti pembicara utama yang juga peneliti dari KUNCI Cultural Studies Center, menyatakan bahwa kemungkinan kesejahteraan bisa terjadi dengan adanya distribusi pengetahuan. Pertanyaan yang sama juga disampaikan oleh Ivan Lanin perwakilan dari Creative Commons Indonesia. “Dalam teori kebutuhan Maslow, seseorang akan berbagi. Tapi apakah hanya itu saja? Saya kira berbagi juga perihal sikap dermawan dan memberi hadiah,” katanya.

Acara yang juga dihadiri berbagai netlabel dari berbagai kota di Indonesia ini berlangsung meriah. Jarak bukan halangan bagi beberapa netlabel yang berasal dari luar kota Jogja seperti Inmyroom Records (Jakarta), Hujan! Rekords (Bogor), StoneAge Records Depok, Mindblasting (Jember), Tsefula / Tseuelha Records (Jatinangor), Kanal 30 (Malang), Lemari Kota (Depok), Experia (Bandung), Deat Tiwikrama (Australia), Megavoid (Malang), Flynt Records, Valetna Records (Semarang) dan dari lokal Jogja sendiri seperti Yes No Wave, Soundrespect, Ear Alert Records dan Pati Rasa Records.

Hari berikutnya bertempat di LAF Garden, Jl. Suryodiningratan No. 37, Yogyakarta INF 2012 akan diramaikan dengan Pertunjukkan Musik yang dimulai dari pukul 16.00 sampai dengan 23.00 WIB. Barisan pengisi acara hari itu adalah Seek Six Sick, Frau, Bottlesmoker, Belkastrelka, Sangkakala, Serigala Jahanam, Sodadosa, Terapi Urine, Creo Nova dan Dream Society. Menjelang malam harinya INF2012 akan melakoni Gig ke II yang bertajuk Mashup Party di Oxen Free, Jl. Sosrowijayan No. 2, Yogyakarta. Tentu dengan para musisi yang terdiri dari TerbujurKaku, Umaguma + Lintang dan Fyahman.

Gelaran acara ini boleh jadi yang pertama mengusung usaha untuk memanfaatkan jaringan net label sebagai basis pergerakan. Melalui berjejaring dan berbagi para pejuang virtual ini berusaha membangun subkultur yang sangat dekat dengan inti gerakan filantropis, berbagi adalah untuk berdaya.

 

Oleh: Arman Dhani

Perhatian: Untuk kalian yang ingin mengetahui lebih banyak perihal acara ini sila ikuti laman twitter: @idnetlabelunion.

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement