Review OK Video FLESH Hari ke-5: Ulasan Karya Sebastian Diaz Morales: Ring (The Means of Illusion)

Posted on 12 October 2011 by jarakpandang

Pada OK. Video FLESH 5th Jakarta International Video Festival 201, Sebastian Diaz Morales menampilkan karya video instalasi berjudul Ring (The Means of Illusion). Karya ini merupakan salah satu karya yang mampu mencuri banyak perhatian pengunjung pada gelaran OK.Video FLESH. Selain letaknya di gedung utama Galeri Nasional Indonesia, Ring (The Means of Illusion) juga terdiri dari empat buah saluran proyektor, sehingga membutuhkan tempat yang sangat luas. Karya ini dibuat antara tahun 2006 sampai 2007. Video ini dimulai dengan memperlihatkan kedua mata dan melakukan beberapa kali kedipan. Setelah itu, gambaran yang tampak ialah sebuah lanskap gurun, memberikan kesan tenang, dilanjutkan dengan adegan orang bermain tinju di atas ring yang memberikan kesan sebaliknya. Selain itu, video dengan durasi 12 menit ini menampilkan rekaman orang-orang berdemonstrasi.

Melalui Ring (The Means of Illusion), Sebastian Diaz Morales menampilkan bahwa kekerasan dewasa ini dipentaskan sebagai sebuah tontonan, seperti pada pertandingan tinju dan kumpulan demonstran. Sebastian mengubah materi video asli menjadi gambaran yang didominasi warna hitam dengan efek garis putih sebagai penanda bentuk. Efek garis ini juga terlihat dalam karya lain Sebastian seperti Lucharemos hasta anular la ley buatan tahun 2005. Dalam Ring (The Means of Illusion), Sebastian terlihat tidak menyuguhkan sebuah cerita, namun karya ini merupakan gabungan pembacaan visual dari sebuah kekerasan.

Sebastian Diaz Morales merupakan seniman kelahiran Comodoro Rivadavia, Argentina, pada tahun 1975. Saat ini aktif berkarya di Amsterdam, Belanda dan Comodoro Rivadavia, Argentina. Dalam OK.Video FLESH ia khusus datang ke Jakarta jauh-jauh dari Belanda, tempatnya saat ini tinggal bersama keluarga.

For more information about Sebastian Diaz Moralez, please visit http://www.sebastiandiazmorales.com/ 

 

Asep Topan, alumnus Jurusan Seni Murni, Institut Kesenian Jakarta, peserta Workshop Penulisan Kritik Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement