Review OK Video FLESH 2011 hari ke 10: Apichatpong Weerasethakul – Phantoms of Nabua

Posted on 16 October 2011 by jarakpandang

 

Phantoms of Nabua ialah sebuah film pendek karya Apichatpong Weerasethakul, dibuat pada tahun 2009 dengan durasi selama 10 menit 56 detik. Phantoms of Nabua menggambarkan sebuah tempat dengan cahaya lampu neon. Lalu terdapat sebuah layar putih yang memperlihatkan sebuah tempat berulangkali di sambar oleh petir pada malam hari. Beberapa orang laki-laki bermain bola api tepat di depan layar tersebut, di bawah lampu neon tadi. Mereka bermain bola api, meninggalkan jejak api yang membakar rerumputan, menendang ke atas dan akhirnya membakar layar putih tersebut. Pandangan mereka serentak tertuju pada kain layar yang terbakar.

Phantoms of Nabua dibuat di desa Nabua, sebuah desa kecil yang tenang di timur laut Thailand. Kebanyakan warga Nabua merupakan petani yang samasekali tidak tertarik dengan permasalahan politik. Namun, diantara tahun 1960 sampai tahun 1980-an Nabua dicurigai sebagai tempat para simpatisan komunis, sehingga berada di bawah kontrol militer yang sangat ketat pada tahun-tahun tersebut. Para petani yang menolak dan melawan sikap pemerintah ini kemudian diserang dan dibunuh tanpa sebab oleh tentara dan mereka yang selamat diusir ke hutan.

Nabua juga memiliki legenda tua yang bercerita tentang hantu janda yang kerap menculik pria dan membawa mereka ke dunia lain. Apichatpong Weerasethakul menggunakan mitos ini untuk mengatakan sesuatu yang lebih luas lagi, terkait dengan peristiwa kemanusiaan yang menimpa daerah ini di masa lalu. Phantoms of Nabua merupakan simbolisasi pembebasan jiwa para lelaki yang menjadi korban di wilayah tersebut.

Apichatpong Weerasethakul ialah seniman kelahiran Bangkok, pada tahun 1970. Karya-karyanya telah banyak mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Filmnya yang berjudul Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives diganjar meraih Palme d’Or pada Cannes Film Festival 2010 serta Syndromes and a Century diputar pada gelaran Venice Film Festival ke-63 dan merupakan film Thailand pertama yang masuk dalam kompetisi tersebut.

 

Asep Topan, alumnus Jurusan Seni Murni, Institut Kesenian Jakarta, peserta Workshop Penulisan Kritik Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement