OK. Video FLESH 2011: Special Screening 25 Music Videos in Indonesia (2001-2011) & Music Concert.

Posted on 18 November 2011 by jarakpandang

Bisa jadi pada malam 13 November 2011 lalu, untuk pertama kalinya di Indonesia, beberapa karya video musik non-mainstream ditonton oleh lebih kurang 550 orang dalam ukuran layar besar, di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dalam pengantar kuratorialnya, Indra Ameng menjelaskan bahwa ke-25 video musik terpilih ini merupakan hasil kurasi yang menitikberatkan pada video musik yang memiliki kekuatan visual independen sebagai kekuatan artistik, sehingga bukan hanya menjadi media promosi, tetapi lebih dari itu ialah sebagai “kolaborasi” dari sebuah kerja audiovisual.

Kehadiran video musik sebagai medium ekspresi artistik ini muncul pada awal tahun 2000-an dan menjadi fenomena tersendiri bagi kebudayaaan populer di Indonesia. Melihat perkembangan ini, pada tahun 2003 OK. Video mengadakan program penayangan video musik secara khusus dan workshop video musik pada awal penyelenggaraanya tersebut, dan dilanjutkan lagi pada program video musik dengan tema Subversion di tahun 2005.

Video musik yang pertama kali diputar dalam special screening malam ini ialah “Selecta Pop – Club Eighties” karya Platon (2001), dilanjutkan dengan “Mendekati Surga – Koil” (Xonad / Cerahati, 2002), “Life Keeps On Turning” – Mocca (Lynda Irawaty, 2003), dst. Setelah sebelumnya Hightime Rebellion membuka pertunjukan di area balkon GBB, pemutaran ke-25 video musik ini juga diselingi oleh pertunjukan menarik band-band lainnya  seperti White Shoes & The Couples Company, The Upstairs dan Sir Dandy. Salah satu yang paling mendapat perhatian penonton ialah pada pemutaran video musik ke-24. Bejudul “Jakarta Motor City – Sir Dandy” (Tandun, 2011), karena sebelum video musik ini diputar, Sir Dandy, musisi asal Bandung ini telah membawakan lagu tersebut di area balkon GBB yang mendapat banyak respon dari pengunjung dengan lirik-lirik satirnya tentang kota Jakarta. Video musik terakhir dalam special screening malam ini ialah “Ode Buat Kota – Bangkutaman” (Anggun Priambodo, 2010), memperlihatkan sisi lain dari kota Jakarta. Dalam video musik ini kita bisa melihat Jakarta seakan menjadi kota mati yang ditinggal oleh penduduknya. Jalanan kosong tanpa kendaraan, sesekali hanya terlihat beberapa orang dan anjing di jalanan. Dilanjutkan penampilan live mereka (Bangkutaman) dengan membawakan beberapa lagu yang diakhiri oleh lagu Ode Buat Kota sebagai akhir dari keseluruhan acara special screening ini.

Selain pemutaran khusus 25 video musik inspiratif dari band dan musisi Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, acara malam ini juga menampilkan pertunjukan musik live bersama The Upstairs, Bangkutaman, White Shoes & Couples Company, serta di area balkon diisi oleh Sir Dandy dan Hightime Rebellion. Selain itu, terdapat Bazaar yang menawarkan produk-produk unik dan kreatif, ditambah artwork karya seniman-seniman kontemporer muda, antara lain dari Komunitas Pencinta Kertas (KPK), Gardu House (street art), ruru shop (ruangrupa artist initiative), Ika Vantiani (handmade artworks), Jakarta 32˚C (Komplotan Mahasiswa Jakarta), dan sebagainya. GIF Festival yang merupakan salah satu bagian dalam pameran OK. Video di Galeri Nasional Indonesia beberapa waktu lalu juga ambil bagian dalam acara ini, dipresentasikan tepat di depan pintu masuk GBB bersama video mapping karya Ricky Baybay Janitra, Chiefy Flickerscreen dan Abi Rama.

Berikut ialah keseluruhan karya video musik yang diputar dalam special screening kali ini beserta urutan penanyangannya:

01. Selecta Pop – Club Eighties

(2001 / Video oleh Platon)

02. Mendekati Surga – Koil

(2002 / Video oleh Xonad / Cerahati)

03. Life Keeps On Turning – Mocca

(2003 / Video oleh Lynda Irawaty)

04. Burn – Brisik

(2002 / Video oleh Ari Satria Darma)

05. Ode to A Scar – Anomicratrap

(2002 / Video oleh Satellite of Love)

06. Train Song – Lain

(2003 / Video oleh The Jadugar)

07. Modern Bob – The Upstairs

(2004 / Video oleh Syauqi Tuasikal)

08. Celaka – Kornchonk Chaos

(2004 / Video oleh Aswan Tantra)

09. Taste of Harmony – Homogenic

(2004 / Video oleh Cerahati)

10. A.S.T.U.R.O.B.O.T. – Goodnight Electric

(2005 / Video oleh Anggun Priambodo)

11. Eksploitasi – Teknoshit

(2002 / Video oleh Eddy Cahyono)

12. Lihat – Sore

(2005 / Video oleh Ramondo Gascarro dan Zeke Khaseli)

13. Lingkar Labirin – The Brandals

(2004 / Video oleh The Jadugar

14. Serigala Militia – Seringai

(2006 / Video oleh Tromarama)

15. Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia – Naif

(2005 / Video oleh The Jadugar)

16. Detektif Flamboyan – C’mon Lennon

(2004 / Video oleh Henry Foundation)

17. Absolute Beginner Terror – Teenage Death Star

(2007 / Video oleh Anggun Priambodo

18. Mighty Love – Zeke & The Popo

(2009 / Video oleh Bian Dwijo )

19. Menulis Lagu Cinta – Bite

(2010 / Video oleh Heytuta)

20. Banyak Asap Disana – Efek Rumah Kaca

(2009 / Video oleh Famosando)

21. Amerika – Armada Racun

(2011 / Video oleh Armada Racun, Hyde Project dan Batu&Gunting)

22. Wanderlust – Santa Monica

(2007 / Video oleh Dibyokusumo Hadipamenang)

23. Mesin Penenun Hujan – Frau

(2010 / Video oleh Nana Miyagi dan Dolly Rosseno)

24. Jakarta Motor City – Sir Dandy

(2011 / Video oleh Tandun)

25. Ode Buat Kota – Bangku Taman

(2010 / Video oleh Anggun Priambodo)

 

*) Asep Topan, alumnus Jurusan Seni Murni, Institut Kesenian Jakarta, peserta Workshop Penulisan Kritik Seni Rupa dan Budaya Visual ruangrupa 2011

 


Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement