Archive | KARYA

jennysaville_1

Tags: , ,

THE ART OF DISGUST

Posted on 30 March 2010 by jarakpandang

“Ketika kecantikan menjadi komoditas, maka tubuh tak lebih berharga dari kacang rebus”

Seksualitas seseorang menjadi kunci determinan apakah ia akan diterima atau dimarjinalkan oleh masyarakat. Di tengah masyarakat yang masih memelihara pola biner, identitas seksual seseorang hanya bisa diterima jika ia seorang lelaki atau perempuan. Identitas di antara keduanya masih belum diterima sebagai bagian masyarakat yang “normal”. Diantara kedua pola biner ini pun masih terdapat hirarki yang menempatkan perempuan sebagai “2nd sex” atau seks ke dua.

Tubuh perempuan adalah sebuah arena, suatu wilayah yang tak lagi memiliki otonomi. Kontrol terhadap tubuh perempuan identik dengan kekuasaan. Revolusi Industri telah memberi dampak yang luar biasa pada tubuh perempuan yang akhirnya menjadi sebuah komoditi. Pencitraan kecantikan dirubah sedemikian rupa untuk mengikuti pola industri yang maju dengan cepat. Tubuh langsing, kulit yang bersih dengan rambut panjang terurai adalah gagasan ideal tentang kecantikan. Kehidupan manusia yang sangat terobsesi dengan penampilan semakin melanggengkan usaha-usaha mempreteli otoritas perempuan atas tubuhnya sendiri.

BACA SELENGKAPNYA

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement