Archive | March, 2010

jennysaville_1

Tags: , ,

THE ART OF DISGUST

Posted on 30 March 2010 by jarakpandang

“Ketika kecantikan menjadi komoditas, maka tubuh tak lebih berharga dari kacang rebus”

Seksualitas seseorang menjadi kunci determinan apakah ia akan diterima atau dimarjinalkan oleh masyarakat. Di tengah masyarakat yang masih memelihara pola biner, identitas seksual seseorang hanya bisa diterima jika ia seorang lelaki atau perempuan. Identitas di antara keduanya masih belum diterima sebagai bagian masyarakat yang “normal”. Diantara kedua pola biner ini pun masih terdapat hirarki yang menempatkan perempuan sebagai “2nd sex” atau seks ke dua.

Tubuh perempuan adalah sebuah arena, suatu wilayah yang tak lagi memiliki otonomi. Kontrol terhadap tubuh perempuan identik dengan kekuasaan. Revolusi Industri telah memberi dampak yang luar biasa pada tubuh perempuan yang akhirnya menjadi sebuah komoditi. Pencitraan kecantikan dirubah sedemikian rupa untuk mengikuti pola industri yang maju dengan cepat. Tubuh langsing, kulit yang bersih dengan rambut panjang terurai adalah gagasan ideal tentang kecantikan. Kehidupan manusia yang sangat terobsesi dengan penampilan semakin melanggengkan usaha-usaha mempreteli otoritas perempuan atas tubuhnya sendiri.

BACA SELENGKAPNYA

Comments (0)

DSC01646

Tags: , ,

Dicari (Segera): Kurator Seni Serat

Posted on 30 March 2010 by jarakpandang

“Indonesia belum memiliki kurator seni serat yang kredibel. Perkembangan seni serat lokal masih dinilai stagnan, benarkah pencarian seorang kurator seni serat adalah sebuah urgensi?”

Pada acara pembukaan pameran “Indonesia Contemporary Art” di Galeri Nasional (16 Juni 200) saya berjumpa dengan beberapa teman kuliah dari kampus, salah satunya yaitu Aul. Aul adalah junior saya di program studi kriya tekstil. Pada kesempatan itu kami sempat membicarakan beberapa hal sampai akhirnya ia mengutarakan idenya mengadakan pameran seni serat dengan skala sedang di Bandung. Tentu saja saya cukup antusias mendengar idenya tersebut.

“Ya, ayo lah, Ul! Adain aja kalo gitu.”

“Tapi belum ada kurator yang pas, Mi.”

Belum ada kurator yang pas. Hm…, rasanya jadi ikut bingung.

BACA SELENGKAPNYA

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


jarakpandang.net mendukung Jakarta 32 | Pameran Karya Visual Mahasiswa Jakarta | media partner Jakarta 32:



Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement   Advertisement